Lingkar Ganja Nusantara

Keluarkan Ganja Dari Golongan Narkotika !!

Lingkar Ganja Nusantara

Buku Hikayat Pohon Ganja

Lingkar Ganja Nusantara

Rumah Hijau Lingkar Ganja Nusantara

Lingkar Ganja Nusantara

Ganja Bukan Narkoba Tetapi Ganja Adalah Tanaman Yang Penuh Etika

Lingkar Ganja Nusantara

Sejuta Manfaat Ganja

Senin, 07 April 2014

Manyusuri Ladang Ganja Tersembunyi di Aceh

Menyusuri Ladang Ganja Tersembunyi di Aceh (© Bag 1)
Lgnpancoran.tk - Menyusuri Ladang Ganja Tersembunyi di Aceh , Dua pahlawan nasional yang dikenal gigih melawan Penjajah Belanda, Teuku Chik Di Tiro dan Teuku Hasan Di Tiro, namanya terukir pada batu nisan di Desa Meureu, Indrapuri, Aceh Besar. Kedua jasad mereka terkubur di makam yang dikelilingi batu marmer merah dan pernah menjadi tempat pesta ulang tahun Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Desember setahun lalu.

Lebih dari satu kilometer sebelah barat keduanya tumbuhlah tanaman ganja dengan ketinggian mulai 1,5 hingga tiga meter. Tanaman bernama latin cannabis sativa itu berjejer rapih diatas lahan sekitar tiga hektar. Pinggiran kebun tersebut dijaga kawat berduri. Letaknya sekitar 50 meter dari jalan yang dilewati manusia. Dari lahan datar, seseorang harus berjalan menurun dan melewati kali dengan air jernih yang menampakkan dasar bebatuan.

Di pinggiran sungai itu terdapat sebuah selang plastik dengan diameter sekitar 15 sentimeter memanjang hingga seratus meter. "Selang ini biasa dihubungkan dengan diesel kecil untuk mengalirkan air ke ladang ganja disana," jelas Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Benny Jozua Mamoto, kepada Republika Jumat (20/7).

Ladang ganja tersebut dinilainya jauh dari jangkauan masyarakat umum, karena sengaja ditanam di tempat terpencil. Jarak ladang tersebut dari jalan utama, yaitu Jl Raya Aceh-Medan, sekitar lima kilometer. Dari Banda Aceh menuju ladang tersebut membutuhkan waktu tempuh sekitar 60 menit. Jarak tempuh sekitar 50-60 kilometer.

Itu bukan satu-satunya ladang ganja yang ditemukan aparat gabungan BNN dan Polda Aceh. Mereka juga menemukan ladang ganja seluas delapan hektar di sekitar wilayah Lampeuna seluas delapan hektar. Yang terluas berada di Lamteuba mencapai 13 hektar. "Total semuanya sekitar 24 hektar," papar Benny.

Rata-rata satu hektar berisi 10.000 pohon ganja. Diprediksi, tiga ladang ganja ini mampu memproduksi 240 ribu batang tanaman ganja. Setiap satu hektar menghasilkan 1.500 Kg Ganja Kering. Semua ladang ganja ini diperkirakan menghasilkan 36 ton ganja kualitas satu sekali panen.

Benny menyatakan ladang ganja tersebut sangat terurus. Tanaman tersebut diberi pupuk, kemudian dialirkan air. Kondisi berbeda dinilainya terjadi di daerah penghasil ganja lainnya, seperti Mandailing Natal. Ganja di Kabupaten Sumatra Utara itu ditanam diatas Bukit Sihite yang jalurnya sulit dilewati. Ganja disana ditanam secara liar, tanpa diberikan pupuk maupun dialirkan air.

Dari asumsi harga, satu kilogram ganja kering di Jakarta dijual Rp 2,5 juta. Diperkirakan ladang tersebut mampu menghasilkan uang hingga Rp 80 miliar sekali panen.

Manfaat Pohon Ganja Untuk Kehidupan



Diperkirakan, daun ganja memiliki sekitar 25.000 kegunaan. Makanan, cat, bahan bakar, bahan baku pembuatan pakaian dan masih banyak lagi, semuanya bisa menggunakan daun terlarang tersebut. Beberapa jenis mobil-pun hingga hari ini telah dibuat juga memiliki unsur ganja dalam pembuatannya. 

Salah satu peninggalan tertua peradaban industri manusia, ditemukan di Mesopotamia kuno sekitaran tahun 8000 Sebelum Masehi adalah sebuah potongan kain yang terbuat dari serat daun Marijuana. Begitu pula kertas tertua didunia, yang ditemukan Di China sekitaran tahun 2000 Sebelum Masehi juga dibuat dengan bahan yang sama. Diketahui juga pada jaman Firaun, yaitu 2500 SM, ganja juga sering dimanfaatkan dalam pembuatan Piramida besar. 

Sumber : TKP

Ganja Laku Keras di Colorado

Ganja laku keras di Colorado

Lgnpancoran.blogspot.com - Penjualan ganja meningkat di Negara BagianColorado, Amerika Serikat, setelah wilayah itu menjadi negara bagian pertama melegalkan ganja.

Diperkirakan pemerintah Colorado mampu meraup pajak senilai Rp 1,5 triliun dari penjualan produk ganja, seperti dilansir majalah TIME, Kamis (21/2).