Lingkar Ganja Nusantara

Keluarkan Ganja Dari Golongan Narkotika !!

Lingkar Ganja Nusantara

Buku Hikayat Pohon Ganja

Lingkar Ganja Nusantara

Rumah Hijau Lingkar Ganja Nusantara

Lingkar Ganja Nusantara

Ganja Bukan Narkoba Tetapi Ganja Adalah Tanaman Yang Penuh Etika

Lingkar Ganja Nusantara

Sejuta Manfaat Ganja

Senin, 07 April 2014

Ganja Sangat Mungkin Legal di Aceh

Bendera Aceh Merdeka Berkibar

















Lgnpancoran.tk - Aceh memiliki ladang ganja terbesar di Asia Tenggara yang tersebar di hutan-hutan, mulai dari Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Besar hingga Kabupaten Bireuen. Struktur tanah yang subur di Aceh dan curah hujan yang tinggi membuat tanaman Cannabis ini menjadi sangat baik dan berkualitas. Ganja digunakan untuk penyedap masakan seperti gulai kambing, dodol Aceh, mie Aceh, kopi Aceh dan sebagainya untuk menambah cita rasa makanan. Kemahiran orang Aceh dalam meracik masakan dengan penyedap berbahan ganja (daun, biji dan batang) membuat kuliner Aceh menjadi identik dengan tanaman ganja.

UNODC (United Nation on Drug and Crimes) melaporkan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil ganja terbesar di wilayah Asia Tenggara. Wilayah Indonesia yang paling banyak ditanami ganja adalah Provinsi Aceh.

Di beberapa negara, ganja sudah digunakan untuk keperluan industri dan medis. Berbagai hasil penelitian telah membuktikan bahwa mariyuana dapat menjadi obat yang ampuh. Misalnya, seseorang yang menderita lumpuh dapat disembuhkan dengan menggunakan ganja sebagai alat terapi penyembuhan penyakit Kanker, Glukoma, HIV/AIDS, dan gangguan penyakit lainnya.

Status Kemerdekaan Atjeh
Sekarang ini sedang hangat-hangatnya berita tentang bendera Atjeh yang berkibardiseluruh pelosok Nanggroe Atjeh Darussalam (NAD). Berkibarnya bendera Aceh ini melambangkan kemerdekaan provinsi Atjeh keluar dari NKRI. Kemerdekaan Atjeh memang sudah dari dulu diidam-idamkan rakyat Atjeh namun oleh karena intimidasi, doktrinisasi, maka rakyat jadi takut untuk jujur mengatakan keinginannya merdeka.

Perjanjian Helsinki yang ditandatangani Pemerintah Indonesia bersama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) adalah sebuah bentuk perjanjian kemerdekaan secara de facto yang diberikan kepada Aceh. Cut Justisia, anggota dewan Pakar Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) mengatakan, "Di dalam isi perjanjian itu Aceh bisa membuat partai sendiri, mata uang, bahkan bisa melakukan perdagangan internasional sendiri. Itu artinya Aceh sudah berdaulat secara de facto."


Kalau kita menilik dari kesepakatan Helsinki, yang mana NAD boleh melakukan perdagangan internasional sendiri dan memiliki mata uang sendiri, sangat mungkin bagi Aceh bisa membuat aturan hukum sendiri terkait perdagangan ganja. Aceh bisa menjual ganja sendiri ke luar negeri sebagai komoditas ekspor. Aceh hanya akan menjual ganja ke negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat yang sudah melegalkan ganja untuk kegunaan medis dan industri.


Legalisasi Ganja di Aceh
Indonesia tidak perlu khawatir seandainya nanti ganja legal di Aceh, sebab aturan perdagangannya akan dikelola secara profesional oleh pemerintah Atjeh. Seandainya pun pemerintah Atjeh tidak bisa menjamin bahwa ganja dari negaranya sebagian akan di bawa ke Jakarta atau dijual diluar Atjeh, itu tidak bisa dijadikan alasan untuk melarang Atjeh memperdagangkan ganjanya. Justru Indonesia lah yang seharusnya berpikir bagaimana solusinya dalam menghadapi perubahan kebijakan atau dinamika bernegara dan berkedaulatan. Pemerintah Indonesia harus memahami gejolak perubahan hukum internasional terkait legalisasi ganja dan bukan dengan cara memerangi Atjeh dengan alasan memerangi peredaran ganja.

Legal atau tidak legal, ganja sudah menjadi bahagian dari sejarah dan budaya bangsa Aceh. Lalu kenapa pemerintah Indonesia harus takut pada tanaman ganja di Aceh? 

Sumber : Indoganja.com

Mahasiswa Mengaku Edarknan Ganja 1 Kg Perbulan Di Kampus

















Lgnpancoran.tk - Ganja 1 kilogram milik Rezki yang diamankan Satnarkoba Polrestabes Makassar, Senin (17/3).

TERSANGKA-Rezki Fauzi (23 tahun)LOKASI PENANGKAPAN-BTN Minasa Upa Blok L15 No 17, MakassarBARANG BUKTI-1 kilogram ganja keringHASIL PEMERIKSAAN-Diduga bagian dari sindikat narkoba jaringan Jakarta-Rezki menyebut beberapa nama yang aktif mengedarkan narkoba di kampusPENGAKUAN REZKI -Pemasok ganja kering ke kampus dan ia bisa menjual hingga 1 kilogram dalam sebulan.-Ganja yang disita adalah kiriman dari Jakarta yang siap diedarkan
MAKASSAR, BKM -- Rezki Fauzi (23) mahasiswa Fakultas Sastra salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar diamankan bersama 1 kilogram ganja, saat digerebek di rumahnya di BTN Minasa Upa Blok L15 No 17, Makassar, Minggu (16/3) malam. Rezki diduga bagian dari jaringan pengedar narkoba asal Jakarta yang memasok ganja ke sejumlah kampus perguruan tinggi.Di depan penyidik Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Rezki memberi pengakuan mengejutkan, Senin kemarin. Ia mengaku merupakan pemasok utama ganja kering ke kampus dan ia bisa menjual hingga 1 kilogram dalam sebulan."Yang ditemukan kemarin itu baru tiba dari Jakarta tiga hari lalu. Itu belum dibuka, masih tersegel dalam dos," ujarnya.Menurutnya, ganja itu rencananya hendak diedarkan di sejumlah tempat di Makassar dan daerah di luar Makassar, termasuk melayani permintaan beberapa mahasiswa di kampus. Rezki tak menampik kalau ia adalah bagian dari jaringan bandar ganja Jakarta."Sudah beberapa bulan saya jadi bandar. Setiap bulan saya dikirimi dari Jakarta 1 kilogram," katanya. Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Syamsu Arib mengemukakan, penangkapan mahasiswa ini setelah anggota mendapat laporan dari masyarakat bahwa di rumah Rezki kerap terlihat adanya aktivitas mencurigakan. Setiap malam rumah tersebut didatangi banyak orang secara bergantian dan itu berlangsung sejak beberapa bulan lalu.Selain itu, para tamu juga datang secara bergantian. "Ada yang pakai sepeda motor ada juga mobil," ujar Syamsu.Masyarakat curiga karena setiap tamu yang datang jarang masuk ke dalam atau berlama-lama. Tamu rata-rata hanya bertandang sesaat lalu pergi lagi sambil membawa bungkusan."Kadang juga terlihat tamunya hanya berdiri di depan pintu dan Rezki yang menghampiri sambil menyerahkan bungkusan," jelas Syamsu.Dari situlah warga mulai curiga Rezki mengedarkan  barang terlarang.Beberapa pekan lalu, Rezki telah diintai namun selalu gagal dibekuk. Pada malam nahas itu, ia baru saja menerima beberapa tamu yang keluar masuk.Polisi yang telah memastikan Rezki berada di dalam langsung melakukan penyergapan. Rezki tak berkutik saat diamankan.Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Polisi langsung menggeledah kamar tidurnya dan menemukan sebuah buntalan besar yang berisi ganja kering. Ganja tersebut dikemas dalam dos dan masih dalam keadaan tersegel latbang. Rezki kepada penyidik juga mengaku tidak bekerja sendiri. Menurutnya, ada beberapa nama yang lebih dulu bekerja mengedarkan ganja di dalam kampus.Saat ini menyidik masih mengembangkan identitas beberapa pihak yang disebut Rezki sebagai kaki tangan jaringan Jakarta. Aktivis antinarkoba, Andry Hidayat mengungkapkan, tertangkapnya Rezki membuktikan bahwa narkoba telah jauh memasuki wilayah kampus. Ini kata dia, perlu mendapat perhatian dari kepolisian dan civitas akademika perguruan tinggi, karena bisa memberi efek yang sangat buruk bagi kehidupan di dalam kampus."Sebenarnya ini sudah lama tercium, cuma barangkali saja polisi sulit mengendus aktivitas mereka," jelas Andry.Andry menyarankan, nama-nama yang disebut Rezki segera diselidiki. Bukan tidak mungkin di dalam kampus kata dia, telah terbentuk sebuah jaringan pengedar yang tidak pernah diketahui.Hal senada diungkapkan aktivis antinarkoba, Muhammad Zalman. Menurutnya, kampus adalah tempat peredaran paling rawan saat ini. Pertama kata dia, pengawasan di kampus terbilang longgar. "Peredaran bisa dilakukan tanpa dikdeteksi aparat. Kedua, sasaran utama bandar itu memang mahasiswa," katanya.Alasannya, mahasiswa selain bisa menjadi konsumen juga berpotensi untuk direkrut sebagai pengedar."Dalam kasus Rezki saya yakin demikian alurnya. Dia jadi pemakai dulu, setelah itu baru direkrut jadi pengedar," jelas Zalman.Menurut Zalman, Rezki bukan orang satu-satunya yang menjadi bagian dari jaringan narkoba Jakarta. "Saya yakin masih ada yang lain," kunci dia.(jul-ucu/sya/B)

Ganja Seberat 1,7 Ton Diselundupkan di Bakauheni

Ganja kering yang berhasil disita polisi.

Lgnpancoran.tk -  Pihak kepolisian telah menahan satu truk berisikan 1,7 ton ganja yang ditutupi dengan buah alpukat.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, di Bandarlampung, Senin (20/8)  penangkapan tersebut dilakukan oleh anggota Polres Lampung Selatan, hari ini sekitar pukul 01.00 WIB di areal Pelabuhan Bakauheni.

"Telah diamankan satu unit truk colt diesel BG 4548 DB, setelah diperiksa ditemukan ganja di dalam kendaraan tersebut sebanyak 1,7 ton dicampur dengan alpokat," katanya.

Saat ini, polisi sedang mengamankan dua tersangka, yakni sopir dan kondektur truk tersebut untuk dilakukan pengembangan kasus.

Sebelumnya, berbagai jenis narkoba hasil tangkapan jajaran Polres Lampung Selatan, selama 10 bulan terakhir telah dimusnahkan. Misalnya pemusnahan ganja sebanyak 3,752 ton pada April.