Lingkar Ganja Nusantara

Keluarkan Ganja Dari Golongan Narkotika !!

Lingkar Ganja Nusantara

Buku Hikayat Pohon Ganja

Lingkar Ganja Nusantara

Rumah Hijau Lingkar Ganja Nusantara

Lingkar Ganja Nusantara

Ganja Bukan Narkoba Tetapi Ganja Adalah Tanaman Yang Penuh Etika

Lingkar Ganja Nusantara

Sejuta Manfaat Ganja

Senin, 10 Maret 2014

Fakta-Fakta Manfaat Tanaman Ganja Dalam Ilmu Medis

Ganja sebagai tanaman yang paling terkenal sepanjang sejarah manusia, tidak bisa dipungkiri telah mengalami berbagai bentuk pemberitaan yang tidak obyektif dan cenderung negatif. Dari sudut pandang kesehatan manusia, tanaman Ganja (Cannabis sativa) adalah tanaman yang telah memiliki sejarah panjang dalam literatur-literatur medis purba dari berbagai kebudayaan dunia.

Mari Bersama, Kita Serukan “Legalkan Ganja!”

Statement saya kali ini apabila dibaca oleh orang yang tidak membaca artikel saya secara keseluruhan kemungkinan akan salah persepsi. Kanada dan Belanda yang telah ‘melegalkan’ penggunaan tanaman tersebut, tetap memiliki beberapa peraturan yang tidak membebaskan secara sangat luas penggunaan (konsumsi) tanaman tersebut. Meskipun hal tersebut masih diselubungi dengan beberapa kontroversi. Meskipun dijelaskan kegunaannya tadi, zat THC (tetrahydrocannabinol) sendiri adalah zat psikoaktif yang berefek halusinasi dan ini terdapat dalam keseluruhan pada bagian tanaman ganja, baik daunnya, rantingnya, ataupun bijinya. Karena kandungan THC inilah, maka setiap orang yang menyalahgunakan ganja akan terkena efek psikoaktif yang sangat membahayakan. Namun melara

The Wonder Plant !

Tanaman Hemp memiliki serat yang lebih tinggi daripada serat kayu biasa. Menggunakan ganja sebagai bahan baku membuat kertas lebih mengurangi penggunaan bahan kimia kaustik daripada menggunakan serat kayu pepohonan. Kertas dari tanaman hemp lebih tahan lama dan tidak mudah menguning.
SEMUA PRODUK PLASTIK “SEHARUSNYA” DIBUAT DENGAN BAHAN DASAR MINYAK TANAMAN HEMP Serat tanaman hemp plastik adalah biodegradable (Plastik biodegradable adalah plastik yang dapat digunakan layaknya seperti plastik konvensional, namun akan hancur terurai oleh aktivitas mikroorganisme setelah habis terpakai dan dibuang ke lingkungan – Pikiran Rakyat, 24 Juli 2008). Seiring waktu, mereka (tanaman hemp) akan hancur dengan sendirinya dan kemudian tidak ikut serta dalam merugikan lingkungan. Serat